Sekolah dan pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan kesenian lokal kepada generasi muda.
Kasepuhan Banten Kidul dan Tradisi Seren Taun
Selain masyarakat Baduy, Kabupaten Lebak juga memiliki komunitas adat Kasepuhan Banten Kidul. Salah satu tradisi penting yang masih dipertahankan adalah Seren Taun.
Tradisi tersebut merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus bentuk penghormatan terhadap padi dan alam. Dalam masyarakat kasepuhan, padi tidak hanya dipandang sebagai bahan makanan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual.
Seren Taun juga menjadi ruang pertemuan masyarakat, pemimpin adat, petani, perempuan, pemuda, dan pemerintah.
Melalui tradisi ini, masyarakat diajarkan untuk tidak mengambil hasil alam secara berlebihan serta tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan.
Warisan Masyarakat Tangerang
Kebudayaan Banten juga berkembang melalui pertemuan masyarakat Sunda, Jawa Banten, Betawi, Tionghoa Benteng, dan berbagai kelompok pendatang.
Keragaman tersebut terlihat jelas di wilayah Tangerang. Masyarakat Cina Benteng, misalnya, memiliki tradisi Peh Cun, Gotong Toapekong, perahu naga, tari Cokek, gambang kromong, dan beragam kuliner peranakan.
Keberadaan tradisi tersebut membuktikan bahwa identitas budaya Banten terbentuk dari proses pertemuan dan interaksi berbagai kelompok masyarakat.
Oleh karena itu, pembahasan mengenai kebudayaan Banten tidak seharusnya hanya berpusat di wilayah Serang, Pandeglang, dan Lebak. Tangerang Raya juga memiliki sejarah dan warisan budaya yang penting untuk diperkenalkan.
Warisan yang Harus Dijaga Bersama
Pada 2024, lima unsur budaya dari Banten memperoleh sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yakni Kacapi Buhun, Golok Sajira, Jojorong, Gotong Toapekong 12 Tahunan, dan Carita Pantun Baduy.
Penetapan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya Banten. Namun, pengakuan administratif belum cukup untuk menjamin sebuah tradisi tetap bertahan.
Pelestarian membutuhkan keterlibatan pelaku budaya, masyarakat, pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan media.
Media daerah memiliki peran penting untuk mendokumentasikan sejarah, memperkenalkan tokoh budaya, mengangkat kehidupan para seniman, serta mengawasi kondisi situs-situs bersejarah.
Kebudayaan Banten bukan hanya peninggalan masa lalu. Kebudayaan adalah identitas yang terus hidup melalui masyarakat yang merawat, menjalankan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Tanpa dokumentasi dan regenerasi yang serius, sebagian warisan budaya Tanah Jawara berisiko hanya tinggal nama. Namun, dengan dukungan bersama, tradisi tersebut dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.





