JAWARABANTEN.COM — Banten memiliki kekayaan budaya yang lahir dari perjalanan panjang masyarakat adat, kesultanan Islam, pesantren, perguruan pencak silat, hingga pertemuan berbagai kelompok masyarakat di wilayah pesisir.
Namun, kebudayaan Banten selama ini sering kali hanya dikaitkan dengan masyarakat Baduy dan kesenian debus. Padahal, provinsi yang dikenal sebagai Tanah Jawara tersebut memiliki berbagai tradisi, kesenian, cagar budaya, kuliner, serta warisan pengetahuan lokal yang masih dipertahankan masyarakat.
Kekayaan itu tersebar di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, hingga Tangerang Raya.
Baduy dan Kearifan Menjaga Alam
Masyarakat adat Baduy atau Urang Kanekes menetap di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Mereka dikenal karena tetap mempertahankan aturan adat, pertanian tradisional, pola hidup sederhana, serta hubungan yang erat antara manusia dan alam.
Bagi masyarakat Kanekes, hutan, tanah, dan sumber air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga titipan leluhur yang harus dijaga.
Kawasan tersebut juga lebih tepat diperkenalkan sebagai Saba Budaya Baduy, bukan sekadar objek wisata. Istilah saba budaya memiliki makna kunjungan atau silaturahmi kebudayaan yang harus dilakukan dengan tetap menghormati aturan adat.
Pengunjung, misalnya, tidak diperbolehkan menggunakan kamera atau telepon genggam untuk mengambil dokumentasi di wilayah Baduy Dalam.
Selain kehidupan masyarakatnya, tradisi Seba Baduy menjadi salah satu agenda adat penting. Dalam tradisi tersebut, masyarakat Baduy membawa hasil bumi sekaligus menyampaikan amanat adat kepada pemerintah.
Pesan yang dibawa tidak hanya berkaitan dengan hubungan masyarakat adat dan pemerintah, tetapi juga berisi seruan untuk menjaga kelestarian alam.
Jejak Kejayaan Kesultanan Banten
Kekayaan budaya Banten juga tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kesultanan Banten. Pada masa lalu, Kesultanan Banten merupakan salah satu pusat perdagangan internasional dan penyebaran Islam di wilayah Nusantara.
Jejak kejayaannya masih dapat ditemukan di kawasan Banten Lama, Kota Serang. Beberapa peninggalan penting di kawasan tersebut antara lain Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, Museum Kepurbakalaan Banten, dan kompleks makam para sultan.
Keraton Surosowan pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Banten. Sementara itu, Benteng Speelwijk menjadi salah satu saksi hubungan sekaligus konflik antara masyarakat Banten dan kekuatan kolonial Eropa.
Keberadaan situs-situs tersebut menjadikan Banten Lama tidak hanya sebagai kawasan ziarah, tetapi juga ruang pembelajaran sejarah bagi generasi muda.





